Beranda > Uncategorized > TATA TERTIB PENGUSULAN DAN PERTIMBANGAN/PEMILIHAN CALON REKTOR UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA PERIODE TAHUN 2007-2011

TATA TERTIB PENGUSULAN DAN PERTIMBANGAN/PEMILIHAN CALON REKTOR UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA PERIODE TAHUN 2007-2011

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
NOMOR …../J42/OT/SK/2006
TENTANG
TATA TERTIB PENGUSULAN DAN PERTIMBANGAN/PEMILIHAN CALON REKTOR
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
PERIODE TAHUN 2007-2011

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

REKTOR UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Menimbang:
a. Bahwa sehubungan dengan akan berakhir masa jabatan Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa periode 2003-2007, maka dipandang perlu untuk dilakukan pertimbangan/pemilihan Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa periode 2007-2011 oleh Senat,
b.Bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 4, Pasal 5 ayat (1), Pasal 6, Pasal 7 ayat (5), Pasal 8 ayat (2) dan Pasal 11 ayat (1) Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 284/U/1999 tentang Pengangkatan Dosen sebagai pimpinan Perguruan Tinggi dan Pimpinan Fakultas, maka dipandang perlu disusun tata tertib pengusulan pertimbangan/pemilihan Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,
c.Bahwa untuk melaksanakan butir a dan butir b tersebut di atas, maka dipandang perlu dibuat suatu keputusan dengan Surat Keputusan Rektor tentang tata-tertib Pengusulan dan Pertimbangan/Pemilihan Calon Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa periode 2007-2011.

Mengingat:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 45);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi;
4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2001 Tentang Pendirian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa;
5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 36/M/2003 Tentang Pengangkatan Prof. Dr.H.Yoyo Mulyana, M.Ed sebagai Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa;
6. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 284/U/1999 tentang Pengangkatan Dosen sebagai Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pimpinan Fakultas;

Memperhatikan:
1. Surat Keputusan Rektor / Ketua Senat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Nomor 164/J42/OT/SK/2006,tertanggal 04 September 2006, tentang Tim Pertimbangan/Pemilihan Calon Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Periode 2007-2011
2. Hasil keputusan rapat kerja Tim Pertimbangan/Pemilihan Calon Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, tanggal 21 September 2006.
3. Hasil Rapat Senat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada tanggal …..Oktober 2006.

MEMUTUSKAN:
Menetapkan:
1.TATA TERTIB PENGUSULAN DAN PERTIMBANGAN/ PEMILIHAN CALON REKTOR UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA PERIODE 2007-2011

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan:
1. Universitas adalah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,
2. Rektor adalah Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,
3. Senat Universitas yang selanjutnya disebut Senat adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi di Universitas,
4. Pengusulan dan Pertimbangan/Pemilihan Calon Rektor adalah sarana manifestasi komitmen berdemokrasi dalam kehidupan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, yang didasarkan pada kaidah-kaidah akademis serta dilakukan secara konstitusional,
5. Tim Pertimbangan/Pemilihan Calon Rektor yang selanjutnya disebut PPCR adalah panitia yang bertugas menyelenggarakan proses pertimbangan dan pemilihan Bakal Calon Rektor, yang dibentuk dan disahkan dengan surat keputusan Rektor,
6. Pengusul dari Unsur Dosen yang selanjutnya disebut Pengusul Dosen, adalah seluruh dosen di Universitas yang telah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil,
7. Pengusul dari unsur Mahasiswa yang selanjutnya disebut Pengusul Mahasiswa adalah seluruh mahasiswa reguler dan non-reguler yang terdaftar sebagai mahasiswa aktif,
8. Pengusul dari unsur pegawai administrasi yang selanjutnya disebut Pengusul Pegawai, adalah seluruh pegawai administrasi di lingkungan Universitas yang telah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil,
9. Tim uji kelayakan dan kepatutan adalah tim yang bertugas menguji dan mengelaborasi pemaparan visi dan misi Bakal Calon Rektor,
10. Bakal Calon Rektor yang selanjutnya disebut Bakal Calon adalah dosen di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional yang telah terdaftar dan memenuhi persyaratan sebagai calon Rektor,
11. Penyampaian visi dan misi secara terbuka adalah penyampaian visi dan misi bakal calon Rektor di hadapan civitas akademika dan PNS-Administrasi, yang diselenggarakan oleh PPCR pada jadwal waktu yang ditetapkan,
12. Tahap Pengusulan Bakal Calon Rektor adalah keseluruhan proses yang dimulai dengan penyampaian visi dan misi secara terbuka dan diakhiri dengan pemungutan suara yang dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
13. Uji Kelayakan dan Kepatutan adalah proses penyampaian visi-misi dan tanya jawab bakal calon rektor dilakukan oleh Tim uji kelayakan dan kepatutan, yang dihadiri oleh anggota Senat,
14. Tahap Pertimbangan/Pemilihan adalah pemungutan suara oleh anggota senat secara langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam sidang senat tertutup ,setelah pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan dihadapan anggota Senat,
15. Calon Rektor yang selanjutnya disebut Calon adalah Bakal Calon yang terpilih pada Tahap Pertimbangan/Pemilihan,
16. Tempat Pemungutan Suara adalah tempat pemilih memberikan suara pada hari pemungutan suara pada Tahap Pertimbangan/Pemilihan dalam rapat senat.
17. Sidang Senat tertutup adalah Sidang yang hanya dihadiri oleh anggota senat.

BAB II
PENDATAAN PENGUSUL
Pasal 2
1. Pendataan Pengusul dilakukan oleh PPCR dengan meminta data dosen dan pegawai administrasi dari Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK), dan data mahasiswa dari PUSKOM.
2. Data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kemudian ditetapkan oleh PPCR sebagai Daftar Pengusul Sementara yang kemudian diumumkan kepada sivitas akademika melalui media yang tersedia pada unit kerja masing-masing dalam waktu paling lambat 3 x 24 jam .
3. Keberatan terhadap Daftar Pengusul Sementara dapat disampaikan kepada PPCR untuk dilakukan perbaikan Dalam waktu 2 x 24 jam, dan sesudahnya ditetapkan sebagai Daftar Pengusul Tetap
4. Daftar Pengusul tetap sebagaimana pada ayat 3 diumumkan 1 x 24 jam setelah masa keberatan.

Pasal 3
Syarat-Syarat Pengusul

1. Pengusul Dosen harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a.Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil yang dibuktikan dengan Kartu Pegawai Negeri Sipil atau Identitas lain yang relevan
b.Terdaftar dalam Daftar Pengusul Tetap
2. Pengusul Pegawai harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil yang dibuktikan dengan Kartu Pegawai Negeri Sipil atau Identitas lain yang relevan
b. Terdaftar dalam Daftar Pengusul Tetap
3. Pengusul Mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif yang dibuktikan dengan menunjukkan KRS asli semester berjalan atau slip asli pembayaran SPP semester berjalan.
b. Terdaftar dalam Daftar Pengusul Tetap

BAB III
PENDAFTARAN BAKAL CALON
Pasal 4
1. Pendaftaran Bakal Calon diselenggarakan oleh PPCR
2. Pendaftaran diumumkan secara terbuka melalui media elektronik dan atau media cetak selama 3 ( tiga) kali.
3. Pendaftaran dilaksanakan secara langsung oleh yang bersangkutan kepada PPCR pada hari kerja.
4. Pendaftaran dilaksanakan selama 20 (dua puluh) hari sejak pendaftaran diumumkan
Pasal 5
Untuk dapat mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon, harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan tambahan sebagai berikut:

1. Persyaratan Umum:
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa
b. Pada saat pengangkatan berusia setinggi-tingginya 61 (enam puluh satu) tahun dengan jabatan akademik minimal lektor kepala;
c. Berpendidikan serendah-rendahnya MAGISTER. yang dibuktikan dengan Salinan Ijazah yang dilegalisir oleh Pejabat yang berwenang.
d. Bersedia dicalonkan menjadi Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa periode 2007-2011 yang dinyatakan secara tertulis di atas materai Rp.6000,-

2. Persyaratan tambahan :
a. Melampirkan daftar riwayat hidup secara lengkap
b. Bersedia menyajikan makalah visi dan misi secara terbuka di hadapan sivitas akademika
dan PNS administrasi, serta di hadapan sidang senat terbuka.
c. Membuat pernyataan di atas materai Rp.6000,- yang berisi kesanggupan untuk
melaksanakan visi dan misi yang telah disampaikan bila terpilih menjadi Rektor serta
bersedia mengundurkan diri apabila tidak sesuai dengan visi dan misi yang telah
disampaikannya tersebut
d. Membuat pernyataan di atas materai Rp.6000,- yang berisi kesanggupan untuk tidak
menjabat pada jabatan struktural dan fungsional di Perguruan Tinggi lain .
e. Melampirkan surat keterangan sehat yang dikeluarkan dari Rumah Sakit Pemerintah.
f. Melampirkan Surat Pernyataan Bersedia berdomisili di wilayah provinsi Banten,
bagi bakal calon yang berdomisili di luar Propinsi Banten.
g. Mengisi formulir pendaftaran
h. Menyerahkan pas foto berwarna yang terbaru berukuran 4 x 6 sebanyak 10 (sepuluh)
lembar

Pasal 6
1. PPCR melakukan verifikasi terhadap kelengkapan persyaratan Bakal Calon paling lambat 2 (dua) hari setelah pendaftaran ditutup.
2. Dalam hal terdapat kekuranglengkapan persyaratan, Bakal Calon harus melengkapi persyaratan tersebut paling lambat dalam waktu 7 hari sejak pemberitahuan kekurangan disampaikan oleh PPCR
3. Nama-nama Bakal Calon yang telah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat ditetapkan dalam Daftar Bakal Calon oleh PPCR yang penyusunannya dilakukan berdasarkan daftar urut hasil undian.
4. PPCR mengumumkan daftar Bakal Calon kepada civitas akademika dan PNS administrasi untuk disosialisasikan sesuai daftar urut sebagaimana ayat 3..

BAB IV
TAHAP PENGUSULAN
Bagian I
Tata Cara Penyampaian Visi dan Misi
Pasal 7
1. PPCR menyampaikan undangan resmi kepada Bakal Calon untuk mengikuti Penyampaian Visi dan Misi secara terbuka sesuai dengan jadwal yang ditetapkan .
2. Pelaksanaan Penyampaian Visi dan Misi dilakukan secara terbuka di depan sivitas akademika dan PNS administrasi paling lambat satu minggu (7 hari) setelah tanggal ditetapkannya Daftar Bakal Calon.
3. Seluruh sivitas akademika dan PNS administrasi, memiliki hak untuk menghadiri penyampaian visi dan misi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2).
4. Kode Etik dan tatakrama yang berlaku di lingkungan universitas wajib dihormati oleh semua pihak yang terlibat di dalam penyampaian visi dan misi tersebut.
5. Diskusi yang dikembangkan dalam penyampaian visi dan misi secara terbuka berkisar dalam wacana rencana serta program kerja Bakal Calon Rektor periode 2007-2011
6. Pertanyaan atau hal-hal lainnya yang tidak relevan dengan isi materi visi dan misi dilarang atau tidak dibenarkan untuk dipertanyakan, pimpinan sidang berhak membatalkan pertanyaan tersebut;

Bagian II
Tata Cara Pengusulan Suara
Pasal 8
1. Pengusulan suara dilakukan paling lambat 3 (tiga) hari setelah pelaksanaan penyampaian visi dan misi terbuka dilaksanakan
2. Pelaksanaan pengusulan suara dilakukan dalam satu hari sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB di Tempat Pengusulan Suara yang ditetapkan oleh PPCR
3. Tempat Pengusulan Suara dimaksud pada ayat (2) harus ditempatkan pada lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh seluruh pengusul.
4. Pengusulan suara dilakukan dengan cara melingkari nomor urut Bakal Calon yang tercantum dalam surat suara yang telah disediakan oleh PPCR
5. Suara dianggap sah bila hanya terdapat satu lingkaran pilihan pada satu nomor urut dalam surat suara dimaksud pada ayat (4)
6. Untuk menjaga kerahasiaan dan otentisitas surat suara, bentuk dan disain surat suara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan (5) ditetapkan oleh PPCR.
7. Pengamanan dalam proses Penggandaan dan Penyimpanan surat suara dilakukan oleh PPCR yang pelaksanaannya dituangkan dalam Berita Acara.

Bagian III
Tata Cara Penghitungan dan Pengusulan Bakal Calon
Pasal 9
1. Penghitungan suara dilakukan oleh PPCR secara terbuka dan dapat dihadiri oleh Bakal Calon serta dilaksanakan hari yang sama setelah selesainya batas waktu pengusulan suara
2. Penghitungan suara dilakukan pada tempat dan waktu yang ditentukan PPCR dengan tahapan sebagai berikut:
a. Pembukaan Kotak Suara dan Penghitungan jumlah surat suara keseluruhan (di teater terbuka Untirta)
b. Penghitungan suara sah dan tidak sah yang kemudian dituangkan dalam Berita Acara Penghitungan Suara
c. Berita acara dimaksud ditandatangani oleh Ketua/wakil Ketua dan Sekretaris PPCR serta saksi-saksi dari unsur dosen, pegawai-administrasi, dan mahasiswa masing-masing berjumlah satu orang.
3. Penetapan Bakal Calon yang akan diusulkan ke Senat Universitas ditentukan berdasarkan perolehan suara terbanyak dari suara yang sah.
4. Jumlah Bakal Calon Rektor yang diusulkan adalah sebanyak 6 (enam) orang.
5. Bakal Calon yang diusulkan tersebut ditetapkan dengan keputusan PPCR melalui pleno PPCR
6. Pengusulan Bakal Calon kepada Senat dilakukan paling lambat dalam waktu 2 x 24 jam setelah penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (5).
7. Jika terjadi perolehan suara terbanyak berjumlah sama pada Bakal Calon dengan urutan mulai No. 6 dan selanjutnya, maka semuanya diusulkan sebagai Bakal Calon kepada senat.

BAB V
TAHAP PERTIMBANGAN/PEMILIHAN AKHIR
Bagian I
Uji Kelayakan dan Kepatutan
Pasal 10
1. Senat melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan kepada Bakal Calon paling lambat 7 hari setelah pengusulan Bakal Calon diterima dari PPCR
2. Uji kelayakan dan kepatutan dilaksanakan di hadapan sidang senat terbuka oleh Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan.
3. Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan terdiri dari unsur Dewan Penyantun, Pemprop, pakar yang ditunjuk PPCR dan Alumni seluruhnya berjumlah 5 (lima) orang
4. PPCR wajib menyediakan sarana audio visual untuk menyaksikan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan dimaksud secara langsung.
5. Uji kelayakan dan kepatutan diawali dengan penyajian visi dan misi serta diskusi yang dilakukan oleh para Bakal Calon dengan anggota senat Untirta dan Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan.
6. Pertanyaan atau hal-hal lainnya yang tidak relevan dengan isi materi visi dan misi dilarang atau tidak dibenarkan untuk dipertanyakan, pimpinan sidang berhak membatalkan pertanyaan tersebut;
7. Kode Etik atau tatakrama kehidupan akademik harus dijunjung tinggi dalam pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan.
8. Hasil uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan oleh Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan diserahkan kepada Senat.
9. Hasil sebagaimana dimaksud pada ayat (8) menjadi pertimbangan bagi Senat dalam memilih / menentukan calon.
Bagian II
Quorum Rapat dan Pemilihan Calon Rektor

Pasal 11

1. Senat mengadakan rapat khusus untuk Pemilihan Calon Rektor,
2. Rapat senat Pemilihan Calon Rektor sah, jika memenuhi quorum yaitu dihadiri 2/3 jumlah
anggota senat,
3. Rapat ditunda selama 2x 30 menit, apabila quorum belum terpenuhi dan setelah itu rapat
dianggap sah tanpa mempertimbangkan jumlah kehadiran anggota senat

Pasal 12
1. Pemilihan Calon Rektor dilakukan oleh senat paling lambat 1 jam setelah penyerahan hasil penilaian Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan pada pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan
2. Pemilihan Calon Rektor dilakukan dengan cara pemungutan suara secara langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil oleh anggota senat
3. Pemungutan suara dimaksud dilakukan dengan cara mencoblos nomor atau nama Bakal Calon hasil pengusulan sebagaimana tercantum dalam surat suara yang ditetapkan PPCR
4. Setiap anggota senat hanya berhak memberikan satu suara pada satu Bakal Calon pilihannya.
5. Hak suara anggota senat hanya untuk anggota yang hadir dan tidak dapat diwakilkan.
6. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka setelah pemungutan suara selesai, di hadapan Bakal Calon Rektor dan PPCR, serta disaksikan anggota senat dan pers.
7. Jika terjadi perolehan suara terbanyak berjumlah sama pada bakal calon dengan urutan mulai 1,2,3,4 dan selanjutnya, maka dilaksanakan pemilihan ulang pada nomor tersebut oleh senat.
8. Pemilihan ulang dilaksanakan hanya 1 (satu) kali, jika masih tetap sama, maka urutan disusun berdasar abjad.
9. Penetapan Calon Rektor yang akan diusulkan ke Menteri Pendidikan Nasional sebanyak 3 (tiga) orang berdasarkan urutan perolehan suara terbanyak.
10. Penetapan Calon Rektor sebagaimana dimaksud pada ayat (8) dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Calon Rektor dan Keputusan Senat Universitas.
11. Hasil pertimbangan/pemilihan akhir yang tertuang dalam berita acara dan keputusan dimaksud pada ayat (9) harus telah disampaikan pada Menteri Pendidikan Nasional paling lambat dalam waktu 2 x 24 jam.
BAB VI
PEMBIAYAAN
Pasal 13
Pembiayaan Seluruh pelaksanaan kegiatan PPCR dalam melakukan Pertimbangan/Pemilihan Calon Rektor Untirta Periode 2007-2011 dibebankan kepada anggaran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) melalui aturan dan pengelolaan sistem keuangan yang berlaku.

BAB VII
PENUTUP

Hal-hal lain yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur dengan peraturan tersendiri.

Ditetapkan di : Serang
Pada tanggal : 12 -Oktober -2006
Rektor/Ketua Senat

Prof.Dr. H. Yoyo Mulyana M., Ed.
Nip.130 256 652

Tembusan:
1.Mendiknas – Jakarta
2.Sekjen Depdiknas – Jakarta
3.Irjen Diknas – Jakarta
4.Dirjen-Dikti Depdiknas – Jakarta
5.Pembantu Rektor di lingkungan Untirta
6.Sekretaris Senat Untirta
7.Dekan di lingkungan Untirta
8.Arsip

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: